Mengelola Transisi dari PAUD ke SD: Tantangan dan Solusi

Suci Aprilyati Ruiyat, M.Pd
 (Universitas Setia Budhi Rangkasbitung)




Oleh : Fitria Budi Utami, M.Pd (Universitas Muhammadiyah A.R Fachruddin) dan Suci Aprilyati Ruiyat, M.Pd (Universitas Setia Budhi Rangkasbitung)



cakrabanten.co.id,- Transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) merupakan salah satu fase penting dalam perkembangan anak. Masa transisi ini kerap kali membawa berbagai tantangan bagi anak, orang tua, dan pendidik. Namun, dengan strategi yang tepat, proses ini dapat dikelola dengan baik sehingga memberikan pengalaman belajar yang positif bagi anak.



Tantangan.


Perbedaan Lingkungan Belaja di PAUD, suasana belajar cenderung lebih santai dan bermain menjadi bagian utama dari kegiatan belajar. Sedangkan di SD, anak-anak mulai diperkenalkan dengan struktur belajar yang lebih formal dan teratur.



Perbedaan Harapan Akademik, di PAUD, fokus utama adalah pada pengembangan sosial, emosional, dan motorik anak. Di SD, harapan akademik mulai meningkat dengan adanya tuntutan untuk menguasai keterampilan membaca, menulis, dan berhitung.



Penyesuaian Sosia, anak-anak mungkin harus menyesuaikan diri dengan teman-teman baru dan aturan-aturan baru yang lebih ketat di SD, yang bisa menjadi sumber stres bagi beberapa anak.



Fitria Budi Utami, M.Pd 
(Universitas Muhammadiyah A.R Fachruddin)


Solusi.


Pendekatan untuk mempermudah transisi; Pertama, Program Orientas. Sekolah dapat mengadakan program orientasi bagi anak-anak yang baru masuk SD. Program ini bisa meliputi kunjungan ke sekolah, perkenalan dengan guru, dan pengenalan lingkungan sekolah.



Kedua, Kerjasama antara PAUD dan SD, Kolaborasi antara guru PAUD dan SD dapat membantu dalam menyusun kurikulum yang berkesinambungan. Guru PAUD dapat berbagi informasi mengenai perkembangan dan kebutuhan khusus setiap anak kepada guru SD.



Ketiga, Pendekatan Pembelajaran yang Menyenangkan. Di tahun-tahun awal SD, pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif dapat membantu anak menyesuaikan diri dengan perubahan. Penggunaan permainan edukatif dan kegiatan kreatif dapat membuat proses belajar menjadi lebih menarik.



Keempat, Dukungan Emosional. Orang tua dan guru perlu memberikan dukungan emosional yang cukup. Mendengarkan kekhawatiran anak, memberikan pujian, dan menciptakan lingkungan yang mendukung dapat membantu anak merasa lebih aman dan percaya diri.



Kelima, Pelibatan Orang Tua. Orang tua perlu dilibatkan dalam proses transisi ini. Sekolah dapat mengadakan sesi pertemuan dengan orang tua untuk memberikan informasi tentang apa yang diharapkan di SD dan bagaimana mereka bisa mendukung anak di rumah.



Peran Guru dan Orang Tua.


Guru dan orang tua memainkan peran krusial dalam memastikan transisi ini berjalan lancar. Guru perlu mengembangkan strategi pengajaran yang dapat menjembatani perbedaan antara PAUD dan SD. Sementara itu, orang tua perlu mendukung anak dengan memberikan waktu dan perhatian ekstra selama masa transisi ini.



Catatan.

 

Transisi dari PAUD ke SD merupakan langkah besar dalam perjalanan pendidikan anak. Dengan memahami tantangan yang ada dan menerapkan strategi yang tepat, anak-anak dapat menjalani proses ini dengan lebih lancar dan berhasil. Kerjasama antara sekolah dan orang tua adalah kunci untuk menciptakan pengalaman belajar yang positif dan mendukung perkembangan holistik anak.



Editor : Edi Kusmaya, Cakra Banten

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama