INI SALAH SIAPA ?



Oleh : Soerake Hd. Santosa 
(Penggiat Sosial Budaya dan Pendidikan)



cakrabanten.co.id,- Seandainya kita bertanya pada Mbah Google berita tentang pembunuhan anak pada orang tua kandung, maka akan muncul sederet berita dari Bali, Cilacap, Depok, Jember atau kota- kota lain, yang membuat hati kita miris menyimak berita tragis itu. Betapa tidak, seorang anak yang seharusnya hormat, berbakti dan memberikan kasih sayang melebihi kasih sayang yang ia terima dari orang tua semasa kecil sampai dibesarkan, tega menghabisi hidup ibu atau bapaknya hanya karena masalah sepele.


Dalam kerisauan hati menyaksikan fenomena seperti ini, hati kecil bertanya, ini salah siapa ?
Seperti ada yang kurang dalam ajaran budi pekerti, moral dan etika. Padahal pendidikan itu ada di rumah, ada di sekolah, pondok pesantren, madrasah, surau-surau, atau ada di lingkungan pergaulan. Padahal ajaran moral dan etika itu ada di wejangan kedua orang tua,
ada di petuah-petuah guru atau ceramah-ceramah ustad-ustadzah. Atau semua itu
terkalahkan oleh kecanggihan teknologi dan system informasi yang mengiringi kemajuan jaman ?


Contoh-contoh yang beterbangan di dunia cyber tentang kekerasan, pornoisme, konten-konten negatif atau budaya-budaya amoral lainnya yang merusak tatanan norma kehidupan kini berada dalam genggaman, setiap detik dapat terekam dan mengalir menjadi perilaku anak-anak yang tidak lagi mengedepankan nilai-nilai kesantunan. Kita tahu, Sebagian besar pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak yang rentan terpengaruh negatif media digital, Naudzubillahimindzalik.


Dalam kaitan dengan fenomena tersebut di atas, tuntunan Islam melalui firman Allah Swt. merupakan ajaran budi pekerti yang luhur nilainya, terutama sebagai pedoman berperilaku terhadap kedua orang tua.


“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya
perkataan ‘ah’ dan jangan kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan. Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka berdua, sebagaimana mereka telah mendidik aku waktu kecil” {QS. Al-Isra : 23-24}.


Dengan dalih anak jaman dulu berbeda dengan anak jaman “now” sebagai alasan
pembenar, sikap kesantuan dalam ucapan atau perbuatan terhadap orang tua mulai
terlunturkan. Padahal ayat Al-Qur’an tersebut berlaku untuk sepanjang jaman bahkan sampai dunia ini berakhir. Jaman “now” tak sedikit anak yang berani menentang orang tua dengan perkataan yang jauh dari kata lemah lembut. 


Meninggikan ucapan sudah merasa tak
berdosa lagi, berpolemik atau mendebat baik secara langsung atau melalui media sosial menjadi hal yang lumrah dan biasa. Hubungannya dengan hal ini, seorang bijak
berkata, “Sepintar apapun kita berbicara, jangan pernah sekalipun digunakan untuk
berdebat dengan ibu atau bapak kita. Ingat, karena merekalah pertama kali yang
mengajarkan kita untuk berbicara”.


Tak dapat dipungkiri, tak sedikit perilaku orang tua yang membuat anak kesal, jengkel atau marah karena tak sesuai dengan harapan ideal mereka untuk mencukupi kebutuhan baik lahir maupun bathinnya, sehingga pola komunikasi antara orang tua dan anak terganggu.
Namun demikian, kalau kita memperhatikan perintah Allah Swt. di dalam Al-Qur’an yang menuntun agar berperilaku santun pada ayah dan ibu. Jangankan berkata kasar, berbicara
dengan nada sinis, mencaci, menghina atau menyindir yang dapat membuat kedua orang tua tergores hatinya. Bahkan mengucapkan kata seperti “ah” pun dilarang oleh Allah Swt. Apalagi sampai tega membunuhnya.


Tulisan di atas bukan untuk mencari solusi, tetapi hanya sekilas pandang dan sekedar mengingatkan pada para orang tua, para pendidik dari mulai PAUD, TK sampai Perguruan Tinggi, penggiat keluarga dan atau pemangku kebijakan, bahwa fenomena saat ini, anak- anak masa depan bangsa yang semestinya tumbuh dengan sehat jiwa raga sedang diserang pola perilakunya oleh kekuatan dahsyat yang salah satunya berbentuk kemajuan teknologi dan system informasi. Menggalakkan seminar atau “talkshow” yang berkaitan dengan bedah kasus perilaku anak-anak dewasa ini merupakan sebuah keniscayaan, yang pada gilirannya
tersambung dengan program-program kebijakan pemerintah untuk pertahanan sebuah keluarga dari pengaruh negatif serbuan kemajuan jaman.



Bandung, @villacetok, 28 Januari 2024

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama