Habib Idrus Ajak Relawannya Studi Banding Ke Komplek DPR RI Senayan

Foto Relawan Habib Idrus berkunjung ke DPR RI.



Jakarta, CAKRA Banten-Sebanyak 16 simpul relawan Politisi Muda PKS, Habib Idrus Salim Al-Jufri yang berafiliasi dengan Relawan Habibnya Tangerang menggelar silaturahmi dan studi banding ke Komplek Gedung MPR-DPR RI, Jl. Gatot Subroto No.1, RT.1/RW.3, Senayan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, melakukan kunjungan ke Museum DPR RI terdiri dari beberapa Gedung, yaitu Gedung Nusantara yang merupakan gedung utama dalam komplek MPR/DPR yang berbentuk kubah dengan bentuk setengah lingkaran yang melambangkan kepakan sayap burung yang akan lepas landas.


Salah seorang tim ahli Habib Idrus, yang berindak sebagai koordinator inti pada kegiatan Studi Banding Ke Komplek DPR RI Senayan, Muhamad Syafaril, Sabtu, 16 Des 20203, dalam sambutan pembuka persiapan studi banding menyampaikan, kegiatan Studi banding merupakan suatu upaya literasi dan informasi kepada pendukung Habib Idrus dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan kedepannya, tentang tugas dan kewajiban seorang Wakil Rakyat untuk menjadi lebih baik dan bertanggungjawab.


Pemilu 2024 waktunya sudah tidak lebih dari dua bulan lagi akan segera dilangsungkan, Muhamad Syafaril mengajak  masyarakat khususnya relawan Habib Idrus untuk memilah dan memperkenalkan sosok figur calon anggota legislatif yang akan bertarung pada pemilihan umum 2024 dengan baik dan benar sesuai perintah undang-undang dan perintah agama. Muhamad Syafaril menyarankan agar masyarakat memilih caleg yang  terbukti jujur, baik, taat beribadah dan gemar menolong masyarakat.


Dengan memilih caleg yang jujur, memiliki rekam jejak yang baik, berasal dari keluarga yang baik, taat beribadah dan pribadi-pribadi yang suka menolong, diharapkan DPR akan menjadi  lembaga legislatif yang baik. Mampu  menghasilkan produk perundangan yang baik pula.


"DPR itu lembaga yang sangat penting, karena itu harus diisi oleh orang-orang yang baik. Kalau itu terealisasi, kita bisa berharap, kinerjanya semakin membaik. Bukan hanya dalam membuat perundangan, tetapi juga dalam hal pengawasan serta penganggaran," kata Muhamad Syafaril penuh harap.


Sementara Habib Idrus Salim Al-Jufri dalam pidatonya menyampaikan, sebagai bagian dari pilar demokrasi, DPR memiliki wewenang strategis, DPR sebagai badan legislative di dalam sistem pemerintahan demokratis. Menjadi anggota DPR tentunya memiliki kewajiban untuk membela kepentingan rakyat. Makanya, setiap anggota DPR tentu  di dalam tubuhnya harus mengalir pertanggungjawaban untuk membela rakyat. 


Habib Idrus menegaskan bahwa ketika seseorang sudah menjadi wakil rakyat, maka loyalitasnya tentu harus kepada rakyat. Bukan kepada partainya saja atau kemlompoknya saja,  akan tetapi kepada rakyat secara umum, sesuai dengan tanggungjawab dan tupoksinya, terang Habib Idrus.


“Kemenangan itu harus diperjuangkan bukan menunggu pemberian, perjuangan tanpa usaha keras itu kebohongan, perjuangan tanpa doa itu suatu kesombongan, karena itu kita harus berjuang dengan sungguh-sungguh disertai dengan do’a dan ibadah yang sepurna agar kemenangan yang kita raih selalu dalam ridho Allah dan menyatu dengan rakyat yang akan diperjuangkannya,” tegas Habib Idrus.


Ketika salah seorang perwakilan simpul relawan menayakan terkait perilaku Anggota DPR yang kerap melupakan janji dan hak kepada onstituennya Ia menerangkan, dalam salah satu program yang dijalankan di Partai PKS adalah mewajibkan adanya pengajian pekanan dan bulanan, seluruh kader pengurus partai ditekankan untuk selalu hadir dalam kegiatan pengajia tersebut, fungsiya selain menimba ilmu, menguatkan persaudaraan ukhuwah islamiyah, salah satu tujuannya agar penguasa atau wakil rakyat dengan rakyatnya menyatu dan lebih dekat dan mengetahui persoalan yang ada di masyarakat.


“Di PKS insya Allah tidak akan terjadi seorang Anggota Dewan, setlah Ia terpilih akan susah dihubungi atau tidak menunaikan janji politiknya, karena di Partai PKS dijalankan berbagai sistem dan aturan, salah satunya setiap pengurus partai dan relawan harus terikat dalam persaudaraan dalam jama’ah hingga di akar rumput, tidak ada perbedaan apakah Ia sudah menjadi menteri, pejabat, penguasa, pengusaha atau kader yang baru gabung, harus ikut pengajian kelompok di wilayahnya masing-masing, sehingga aspirasi masyarakat bisa disampaikat di situ,” tegas Habib Idrus.


Rombongan Relawan Habib Idrus.


Sementara Itu Anggota DPR I Komisi III DPR RI, Dr. H. R. ACHMAD DIMYATI NATAKUSUMAH, S.H., M.H., M.Si, saat menyambut rombongan relawan Habibnya Tangerang, Habib Idrus, yang berjumlah lebih dari 300 orang tersebut, di Ruang Rapat Komisi III Gedung DPR-RI, Ia terus mendorong konsolidasi antar simpul relawan di setiap kecamatan hingga desa di seluruh Wilayah Tangerang Raya agar segera bisa mencapai TPS.


ACHMAD DIMYATI  menekankan konsolidasi sangat diperlukan agar upaya memaksimalkan jaringan di setiap TPS bisa terwujud, kawan-kawan Simpul Habibnya Tangerang harus memanfaatkan masa kampanye yang sudah masuk waktunya, untuk berkonsolidasi dan ini sangat baik dan diperlukan" kata Dr. H. R. ACHMAD DIMYATI.


"Meskipun kita tidak duduk menjadi anggota DPR, tetapi karena kita memilih anggota legislatif dari orang-orang yang baik, dan mereka menghasilkan perundangan yang baik, maka kita ikut mendapat kebaikannya, berupa pahala yang akan terus mengalir," tambah Politisi PKS tersebut.


Saat ini, menurut Dr. H. R. ACHMAD DIMYATI, kondisi bangsa Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Indonesia tengah  dalam kondisi  darurat narkoba, judi, bahaya LGBT, dan terancam krisis ekonomi   dunia. Karena itu dibutuhkan figur-figur anggota DPR yang baik, siap memperjuangkan kepentingan  bangsa dan negara.  


'Kita butuh orang baik, dalam jumlah yang besar. Dan untuk menempatkan orang-orang terbaik, pada posisi yang tepat sesuai konstitusi, adalah menggunakan saluran  pemilu, lima tahun sekali. Kalau lima tahun sekali, itu tidak dimanfaatkan maka kita  akan dipimpin oleh orang yang salah yang bekerja tidak untuk membela bangsa dan agamanya melainkan untuk kepentingan kelompoknya semata," pungkas Dr. H. R. ACHMAD DIMYATI. (Hrw)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama